5/13/2013

Penderitaan, Kegelisahan, dan Ketidak Adilan (?)

PENDERITAAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penderitaan berasal dari kata Derita, yang berarti kesusahan, keadaan hidup yang serba menemani musibah atau cobaan, sengsara, dan sebagainya.

Penderitaan sendiri memiliki sifat yang relatif. Dimana tidak semua orang menganggap penderitaan orang lain sebagai penderitaannya sendiri, begitupun ketika orang lain mengalami penderitaan, tidak semua orang menganggap penderitaan dari seseorang tersebut dapat digolongkan sebagai sebuah penderitaan.

Orang yang mengalai sebuah penderitaan bahkan ada yang sampai berpikiran untuk mengakhiri hidupnya hanya karena tidak dapat bangkit dari semua hal yang membuatnya tergoncang dan semakin terpuruk dengan apa yang membuatnya merasa dunia tidak adil kepadanya.


KEGELISAHAN

Gelisah adalah sebuh kecemasan, dan tak bisa tenang hatinya, tidak bisa tidur karena pikiran terganggu. Sementara Kegelisahan sendiri adalah perasaan gelisah, kekhawatiran, dan kecemasan.

Perasaan gelisah muncul ketika seseorang merasa khawatir, terancam, tertekan, tersudut, cemas, dan bahkan ketakutan. Perasaan ini muncul  bersamaan dengan sebuah keadaan dimana seseorang dituntut untuk mengambil sikap yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya. Bahkan sebuah tindakan besar yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Atau bahkan suatu keadaan yang membuatnya harus menunggu dalam waktu lama.

KETIDAK ADILAN


Adil sendiri  merupakan sikap yang berpihak kepada yang benar tidak memihak salah satunya tidak berat sebelah. Keadilan adalah sikap dan sifat serta perlakuan yang tak berat sebelah. Sementara ketidak adilan adalah, sikap atau sifat dimana berpihak kepada salah satu dari sebuah keadaan.

Biasanya orang yang mengalami ketidak adilan cenderung berdiam dan menutup diri dari lingkungan luar. Tetapi tidak sedikit mengambil jalur pemberontakan, mereka yang mengalami hal ini secara langsung juga terkadang melampiaskannya dengan hal-hal buruk yang justru kedepannya berpengaruh buruk untuk diri mereka sendiri.

***


Dalam hal ini, semua orang pasti pernah mengalami semua hal ini, baik penderitaan, kegelisahan, dan ketidak adilan. Secara sadar ataupun tanpa disadari sedikitpun tindakan tersebut pasti berada dalam lingkungan hidup semua orang.

Dalam hal kecil, saya sendiri juga pernah merasakan semua hal-hal tersebut. Cemas dalam menunggu hal yang penting untuk hidup saya, seperti menunggu hasil seleksi dari UN SMA, SNMPTN Tertulis, dan UM Universitas Negeri. Hal itu juga dapat membuat saya cemas, menunggu dan terus menunggu tanpa tahu hasil pasti dari apa yang kita lakukan sebelumnya. Terkadang hanya menunggu kabar dari orang tua atau bahkan teman yang berada jauh dengan kita juga dapat membuat kita cemas. Rasa cemas juga dapat muncul di saat seseorang ingin memasuki suatu lingkungan baru. Dimana terkadang tidak semua orang menerima kehadirannya.

Terkadang dalam sebuah kecemasan, sebuah penderitaan dan ketidak adilan juga muncul secara bersamaan. Saya pernah merasakan ketiganya, walau tidak dalam waktu bersamaan. Terkadang dari sikap orang tua saja yang lebih mementingkan adik saya dibandingkan dengan diri saya yang notabene anak gadis sulung dari keluarga saya pun, saya bisa mengatakan hal itu tidak adil. Tetapi pada akhirnya saya mengetahui sendiri, hal itu dilakukan mungkin karena adik saya jauh lebih muda dibandingkan dangan saya. Di saat diri saya memberontak dengan apa yang saya pikirkan tersebut dan lebih berpikiran bahwa seharusnya orang tua saya lebih memanjakan saya dibandingkan dengan adik saya, karena ketika berusiak lima tahun saya harus menghadapi kenyataan bahwa saya harus menerima kehadiran kehidupan baru dalam lingkungan saya, biasanya hanya hanya bisa menangis dan mengeluh kepada teman saya. Menceritakan semuanya dan menunggu respon untuk membuat saya merasa tenang.


Dalam kehidupan saya saat ini sebagai seorang Mahasiswi, merasa menderita muncul kerika semua teman saya sudah selesai mengerjakan tugas kuliah dan saya masih berada di ambang keselesaian. Bahkan mendapatkan teman satu kelompok yang tidak kompetible juga membuat saya merasa menderita karena harus menanggung dan menyelesaikan tugas kelompok sendiri. Tetapi pada akhirnya saya merasa puas dan bangga dengan apa yang saya kerjakan sendiri.

Pada awalnya hanya bisa mengeluh dan menetskan air mata tanpa pernah memikirkan alasan dan penyebab terjadinya semua ini. Saya hanya perlu mencertakan hal-hal yang membuat saya merasa tidak nyaman kepada orang tua dan teman saya yang saya anggap dapat membuat saya tergugah dan merasa ceria kembali. Saya juga dapat menuliskan semua yang saya rasakan pada blog ini, tanpa pernah memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang tulisan saya ini.

Di saat merasa tidak ada yang dapat mendengarkan apa yang saya rasakan dan saya merasa tidak perlu menceritakan apa yang terjadi dengan diri saya kepada orang lain, biasanya saya melampiaskan semua hal itu dengan makan. Ketika orang lain berdiam diri dan hanya semakin terpuruk dengan keadaan, saya dapat bersikap acuh dan lebih mementingkan kesenangan diri saya, hanya perlu memakan makanan yang saya sukai. Dengan begitu suasana hati saya dapat kembali ceria seperti sedia kala :).

Dalam saat lain, hanya dengan mendengarkan lagu dan music sendu atau bahkan ceria juga dapat membuat saya merasa lebih tenang dibandingkan dengan beberapa saat sebelumnya.


No comments:

Post a Comment